Ujian Tanda Sayang

Hampir satu tahun blog ini sepi, tanpa tulisan, tanpa aktivitas, hanya approve komen😦. Sedih, sepertinya waktu buat ngeblog ga ada, padahal dulu udah berjanji, blog inilah yang nantinya menjadi oleh2 buat satria junior. Sekarang lagi mikir2, kok bisa ya?apa sih susahnya menulis. Padahal, nulis blog itu bisa jadi pengurai masalah, mengingat setiap kejadian dan memaknainya, mengevaluasi diri dengan segala kekurangannya dan mencari solusi yang kadang tidak terpikir jika kita hanya mengawang2 saja. Rugi, iya. Ternyata hanya sebatas itu yang aku dapat.

Rugi, kecewa, hanya perasaan manusia yang punya, lebih tepatnya tidak mensyukuri apapun yang kita dapat. Ujian bisa berupa apapun. Seperti yang sudah aku lalui selama hampir 9,5 bulan ini, bukannya aku dulu pernah bercita-cita menjadi seperti yang aku alami sekarang ini? sungguh, ternyata semua itu juga berupa cobaan. mungkin, aku sibuk dengan dunia baru yang dari duluuu sekali aku ingin raih, dan aku melupakan semua yang pernah ada sebelumnya, lebih tepatnya aku lupa waktu, habis waktu dengan dunia baru itu, dan tepatnya aku sekarang tidak dapat apa2. lupa dengan rutinitasku, lupa dengan blog ini, lupa bahwa blog ini salah satu pengurai masalah dan bisa mendapat solusi yang mungkin ga pernah kudapat dari menceritakan kembali masalah2 itu ke orang lain. Lebih mengenanya lagi, aku shock, shock dengan rutinitas baru, yang diluar harapanku. Comfort zone, lingkungan kondusif, semua proaktif, semua profesional, dimanjakan dengan sistem yang sangat tertata & kenikmatan2 lain yang dulu aku terima, dan hingga sekarang, mengalami yang sedikit banyak berbeda, dan aku tidak siap sepertinya. Sehingga aku lupa, lupa bagaimana caranya aku selalu mengurai masalah2 itu. Aku terjebak di dalamnya. Hingga benar2, aku lupa. Memang, sungguh berbeda, hingga aku merasa seperti sedang menelan durian dan duri2nya. Akhirnya ya sperti hari ini, aku adalah orang paling rugi, rugi waktu, rugi tenaga, rugi pikiran.

Dan sekarang, ujian-ujian yang tidak dapat aku hadapi itu, harus aku rubah, harus ingat, bahwa aku adalah aku, tidak ada yang berubah dimanapun itu tempatnya, bagaimanapun tempatnya. Bukannya pernah ingat kata2 teman2ku, bibit unggul ditanam di media apapun akan tetap menjadi tanaman yang tumbuh subur. Kembali lagi ke rutinitas yang dulu aku lakukan, tetap menulis untuk mengurai masalah2 dan menyelesaikannya seperti yang selalu aku lakukan dulu. Biarkan apapun orang berkata, dan tetap lurus sesuai tujuan utamaku pada saat kembali memutuskan menjadi yang aku jalani sekarang ini apapun hasilnya, apapun masalahnya, tetap dihadapi, Allah, Suami, Kaka, Keluarga, dan blog ini, adalah sahabat sejatiku, hanya mereka sahabat sejatiku. Ujian ini adalah ujian tanda sayang, aku masih diingatkan. Alhamdulillah.

One thought on “Ujian Tanda Sayang

  1. *peluk dewi* sesuatuyang pahit itu bisa jadi ujian bisa jadi pilihan wi.Mungkin sebelum mencapai sesuatu yang indah kita memang harus melewati fase pahit itu dulu, kalo kita nggak melewatinya, kita nggak akan sampai ke tujuan indah itu. Tapi bisa jadi juga pilihan, pilihan yang menentukan ujung cerita hidup kita. apa yang sudah dipilih dan ditapaki nggak akan bisa diputer ulang, tapi hidup kan terus berputar & you know when to stop. every cloud has a silver lining wi, be tough🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s