Cerita pernikahan kami

Beberapa hari ini seperti dibuat terbelalak dengan acara pernikahan yang wahhh dan glamor. Subhanallah, indah ya mereka mengemasnya, semoga mereka mampu mengemas rumah tangga kelak dengan indah aamiin ya robbal alamiin..
Tapi, apakah lantas kita ingin bercermin pada itu? Ya, boleh2 saja, itu semua hak dan kemampuan masing2 orang. Sah-sah saja menikah dengan gaya dan cara masing2, tentunya setiap orang punya pemikiran dan prinsip masing2.
Ada cerita ketika kami memutuskan untuk menikah, kami berusaha membuat segalanya terasa mudah. Tidak membuat beban orang tua, keluarga dan siapapun, baik akan, saat berlangsung hingga setelahnya. Kami mengemasnya dengan cara kami sendiri, entah itu dibilang aneh, norak, ada yang bilang cantik, ada yang kaget, ada yang ahhh apa sih dewi. Yah itu hak orang menilai kami. Memang, mengemas suatu prosesi pernikahan itu tidak mudah, mengikuti kemauan semua pihak itu juga ga gampang, menurut kami, apapun itu, yang paling penting adalah untuk kebahagiaan orang tua, keluarga dan kami sendiri tentunya.
Waktu itu, tahun 2007, pas aku baru pindah ke Surabaya, sempat ada pembicaraan antara aku dan orang tuaku, sebagai pihak wanita, tentunya hajat acaranya lebih banyak. Sebagai orang tua, orang tuaku ingin aku pun tidak berbeda dengan kakakku dan sepupu2ku yang menikah lebih dahulu. Namun, keinginanku sebenernya cuma menjalankan apa yang penting aja. Tanpa ada keinginan untuk mengemas acara serumit itu. Waktu itu, aku sempat mogok, mending bapak sama mama pakai uangnya buat pergi haji sama beli mobil baru (kenapa mobil baru, kasian, sekalinya punya mobil enak pas kecil dulu, harus kejual karna lebih memilih untuk investasi lain, dari tahun 80’an sampai sekarang masih ada, mobilnya jeep merah yang dirawat baik2, kadang distater suka rewel dan perawatannya sama nilai sisanya ga sebanding lagi, kadang2 klo dipakai jalan yang lubang, rasanya juga antep di perut hehehe) baru deh klo ada sisa buat acara pernikahanku. Sedikit cerita tentang bapak dan mamaku, maklum, bapakku seorang tukang insinyurnya jalan raya, yang menjual pemikirannya, bukan pedagang, bukan pengusaha, bukan pula pegawai negeri yang bisa punya pensiun, semakin sepuh tentunya udah ndak seproduktif dulu, ngandelin sawah aja lah sekarang. Sementara ibuku, dengan background farmasi, juga ga punya apotek sendiri, selama ini mengabdi di perusahaan daerah dan udah pensiun dini. Tentunya, yang aku pikirkan, bagaimana mengelola uang yang ada untuk kebutuhan yang penting buat mereka, bagaimana membahagiakan mereka di akhir hayat mereka. Jika uang yang ada kami pakai untuk kemewahan pesta sehari, rasanya sangat sia2. Dan alhamdulillah, pada tahun 2007 itu orang tuaku daftar haji dan di tahun 2009 alhamdulillah bisa berangkat, selain itu juga, pada seminggu sebelum kami menikah, alhamdulillah lagi inden mobil sudah datang meskipun plat nomernya jadinya 1 minggu setelah kami menikah. Ya Allah, ga ada kata2 lain selain bersyukur, semua terpenuhi, semua berjalan lancar. Betapa bahagianya kami sekeluarga. Alhamdulillah..

Dan inilah cerita pernikanan kami,

1. Lamaran
Lamaran ini juga ga dinyana2, tadinya pas mau malam takbiran, bapakku cuma bilang sama mas Helmy, “Mas, ini kan mau lebaran, kapan orang tuanya diajak silaturahmi ke sini, sekalian kenalan, wong gandengan (pacaran) udah lama, masak orang tuanya ga akrab”… ehh pas hari raya ke 3, mas helmynya dateng ke rumah, bilang, “awi, ikut aku ya, beli cincin” weekkksss.. apa ini? nah tenan to, tanggal 17 Oktober 2007 (lebaran 1 minggu kayaknya), keluarga besar mas Helmy datang bukan hanya kenalan, silaturahmi, tapi sekalian nglamar… Alhamdulillah, keluarga kami senang, meskipun ga nyangka secepat ini, dan ga persiapan, ga ngasih hantaran balik bahkan, hiks malu2.. tapi yang pasti acaranya berjalan lancar… oiya, untuk lamaran ini, aku diberi peningset, berupa cincin, kain lukis+sutra, alat sholat lengkap, cake dan buah2an.. nahh simple kan? memang itu kok yang penting buat wanita.. *maaf ya Alfi, Dika, Hendra, Gleby, taktilapne, ndak tak kandani lek lamaran hiks

2. Silaturahmi Ke Keluarga Mas Helmy
Ini acaranya juga ga pake formal2, pertama karena mas Helmynya lagi di Bali, kedua, ga mau ngrepotin ibu mertua, ketiga, Bapakku lagi sibuk banget dan lebih banyak stay di Malang, keempat, aku juga jaraaangg banget mudik ke Blitar klo ga bapak mamaku mau bersih2 rumah Blitar. Akhirnya, pas ada waktu senggang, weekend tentunya, habis subuh, kami langsung tancap gas ke Blitar, dan jam 9 pagi aku telpon mas Helmy, bilang, insyaallah nanti habis magrib bapak ibu mau sowan ke Wlingi. Nahhh, aku juga bingung bawain apa, kan emang ga formal, dan silaturahmi biasa, ndak ada mas Helmy juga, akhirnya aku beli beberapa kue basah, dan mamaku masak bistik jawa, nanti buat dibawa ke mertua, hiks… Enak, santai, suasanya lebih akrab, ndak banyak formalitas, ngobrol2 lebih dekat. Dari aku, cuma bapak, mama, aku sama arif. Ga nyangka, dari keluarga mertua, malah lengkap. Sekali lagi, kami jadi ndak enak lagi, ndak bawa pasukan heheh.. tapi suasananya jadi cair kok.. Berawal dari sini, malah para orang tua jadi lebih intens membahas pernikahan kami. Kami kan kerja, satu di Surabaya, satu di Bali. Yahh akhirnya pas menetapkan tanggal, kok ya sama, pemikiran orang tuaku, pas bulan rajab, dan dicari pas hari libur, ketemunya sama 27 Juli 2008. Pas ulang tahunnya mas Helmy🙂

3. Pernikahan
a. Penetapan Tempat Acara
Ditetapkan acaranya di rumah Blitar, bukan di rumah Malang, dengan pertimbangan, seluruh keluarga di Blitar, dan sebagian besar undangan dari Blitar. Acaranya pun di rumah, alhamdulillah pengalaman pas acara nikahan mbak tanti kemarin cukup menampung 500 undangan, standing party, 3 shift. Dan perbandingan antara sewa gedung dan ngedekor rumah, jatuhnya tetep lebih murah ngedekor rumah. Dekorasi gebyog di taman depan, dan catering di garasi dan taman belakang. Ga tau kok ga kefoto tampak muka sampai belakang. hiks

b. Undangan
Undangan yang kami sebarkan kurang lebih 400, dibagi dalam 2 shift, jam 11-12 dan 12-1, memang tampak terlalu mepet, karena memburu waktu dhuhur, dengan pertimbangan kalaupun orang mau molor2 di ruang makan ya monggo, batas catering sampai jam 2, jam 2.30 baru dirapikan. Toh kan acaranya di rumah.
Untuk undangan, aku pakai sekalian sebagai souvenir, dengan pertimbangan, sangat mubadzir klo bikin undangan mahal2 hanya ditaruh saja, dan yang jauh pun juga tetep ga perlu kirim2 souvenir klo ga dateng, karena undangannya udah berupa souvenir. Undangannnya berbentuk pigora dari daun, undangannya sendiri sederhana hanya sekatup kertas jasmin (murah kan?), kemasannya yang agak mahal, karena memang sekalian untuk souvenir biar ga biasa makanya aku pakai pigora. Aku pesan model ini di “De Tanjung, di Mondoroko Singosari Malang”. Harganya kurang lebih waktu itu sekitar 10 ribu/pcs. Alhamdulillah ga kebuang sia2.

c. Catering
Catering aku pakai lokal dari Blitar, Cita Rasa, Ibu Dukut. Memang bukan catering segede Bojana Sari atau Sono Kembang, tapi selama ini dipakai keluarga besarku selalu enak, penampilan menarik dan berlebih, dan harganya pun ga terlalu mahal. Orangnya baik, dan selalu mengarahkan yang terbaik. Menunya : Nasi goreng, sup kimlo, sate ayam, kakap rica2, gurami asam manis, lidah cabe hijau, nasi putih, es carving dan buah2an, jajan pasar, es krim, es teler, gubugnya martabak dan bakso. Alhamdulillah, menurut orang2 yang makan sih enak, kata temenku Komang, es krimnya enak, baksonya enak, semua enak, hehe itu mah emang komangnya yang suka makan. Cuma ya ada aja pihak yang sukanya mencibir, belum tau kali ya rasanya mantu, toh bukan dia yang ngasih duit hehehe.. biasa lah, namanya juga lidah orang kan masing2 ya.. Oiya, tips ini, untuk menghitung jumlah pesanan catering, kemarin mamaku menghitung satu persatu undangannya, misal keluarga X, diperkirakan nanti yang datang bawa 2 anaknya umur 12 tahun dan 5 tahun, maka kami hitungnya bukan 2 orang di satu undangan, tapi 3 orang untuk 1 undangan ini. Karena kami lah yang paling tau siapa2 yang kami undang, bukan pihak catering yang tau, jadi hitungannya kita harus bener2 jeli, agar ga kurang dan ga banyak sisa.

d. Dekorasi/Tenda
Tenda pakai nuansa orange dan borken white. Ndeso ya orangenya? hehehe.. budget, sekali lagi, aku ga ambil yang mahal, jauh amat bedanya, sayang, yang ada di dia cuma Biru partai, Hijau Stabilo dan Orange. Haduh, ya sudah lah, mau cari coklat ndak ada. Tapi alhamdulillah masih matching sama ornamen rumah yang banyak kayu dan tembok kuning, bunga2 segar dan kebun2 hijau.
Dekorasi gebyog juga aku cuma sewa gebyog 10 m, sama minta bunga sedap malam n pandan yang segar, yang lain bunga palsu aja, kecuali bunga yang di kamar, kursi2 pelaminan semua pakai kursi rumah… Dan minta yang dekor gunain tanaman2 yang ada di rumah aja, soalnya bingung juga mau taruh di mana. Yo wes lah, jadinya sedikit kecewa, dekornya ada bagian yang mleset dari harapan. Ga papa, bukan itu utamanya. Sekali lagi, budget2, ada harga ada rupa.

e. Perias dan Baju
Perias aku juga pakai yang biasa rias keluarga pas klo ada acara nikahan. Bukan yang biasa rias pengantennya. Rumah periasnya juga deket rumah. Aku udah tau tipe riasannya, kalem dan ndak neko2. Tadinya beliau ndak PD pegang mantennya, dia saranin ke gurunya, tapi aku lebih sreg sama beliau. Aku Pakai sanggar rias Dewi, bajunya pun aku sewa apa yang ada di dia, yang paling match aja deh. Ndak mau dijahit2in lagi. Ada cerita nih, tadinya aku mau jahitin sendiri, bawahnya rok A line dari batik dasar brokenwhite sutra madura, atasnya pakai kebaya broken white payet mutiara kayak yg di model majalah gitu. Pas hunting2, dengggg roknya aja kainnya pesen minimal 2 juta, belum jahit n kebayanya. Huduh, sewa aja deh. Cuma pas akad nikah, sama mamaku dipaksa jahitin, aku minta yang kebaya biasa aja, sayang, nanti mau buat apa, kayak kebayanya mbakku nganggur di lemari, sayangnya aku ga muat hehehe.. Ini foto riasan wajah dan kerudung,

f. Dokumentasi
Dokumentasi aku juga pakai lokal, yang bagus waktu itu Surya Mandala, di Jl Bali Blitar, paket nya aku pakai paket midle low, maksudnya paket yang di atas paling murah, soalnya ada paket2 lain di atasku yang mahall heheh. Not Bad, cuma sayang liputannya kurang banyak. Malah aku suka foto2 hasil jepretan temanku Galih Satria dan sepupu mas Helmy, Happy Perwira. Dan untuk videonya aku pake Alfino Video. Ini beberapa contoh hasil foto Surya Mandala Foto, selain foto2 di atas,

g. Prosesi menjelang Pernikahan
Untuk pernikahan ini, aku skip beberapa acara, misal siraman, midodareni, temu manten dan beberapa acara adat yang bisa dilewati. Jadi sebelum pernikahan sendiri, ada 2 pengajian, pengajian bapak2 dan ibu2. Pengajian bapak2 ini, ngringkes acara adat kirim doa ke leluhur, dilakukan seminggu sebelumnya. Pengajian ibu2, buat pengganti acara siraman, pamitan dan kirim doa. Acara pengajian ini juga sekalian sema’an Alqur’an, kelompok ngajinya mamaku, acaranya pembacaan Alqur’an dari jus 1-30, acaranya dimulai dari ba’da magrib malam jum’at sampai jum’at pas duhur. Alhamdulillah.. lancar semuanya, oiya karena buat ngringkes acara siraman, buat hantaran (asul2) ibu2 pengajian, kami memilih kue2 jajan pasar mini, dawet, nasi kotak lengkap, dan souvenir berupa handuk. Setelah itu, untuk acara manggulan atau apa ya, yg pas besoknya hari H itu, sorenya kan ada acara yg kayak adeg tarup, dll, nah tradisinya kan ada kenduri, nah di keluargaku kenduri itu diganti, dimasakin aja apa2 yg harus ada di kenduri dan pas sorenya semua panitia, dan mas2 yg ndekor, mas2 yg set catering, dan seluruh keluarga ngumpul buat doa bersama plus matengin acara, dan berakhir dengan makan2 yg udah disiapin.

h. Pernikahan
Akad nikah dilakukan pada 27 Juli 2008, pukul 08.00, dinikahkan oleh Bapakku sendiri alhamdulillah. Mahar nya berupas emas, 8,8 gram. Kami memang memilih tidak menggunakan cincin kawin, dengan alasan aku sudah punya cincin peningset pas lamaran jadi ndak perlu lagi, aku pun ga keberatan suamiku jauh dan dia ga pakai cincin, biasa aja hehe. Kemudian acara dilanjutkan dengan syukuran/resepsi mulai pukul 11.00 – 13.00 wib. Alhamdulillah semuanya lancar car car.. hemm lega..

Alhamdulillah, semua udah berjalan dengan baik, lancar, udah halal, udah terlaksana hajatnya, alhamdulillah, segalanya dimudahkan. Alhamdulillah kini kami udah hampir di tahun ke-3 pernikahan, dan hari2 kami makin dipenuhi keberkahan, dipenuhi cinta, alhamdulillah sekali lagi, segalanya yang dimulai dengan niat yang baik, insyaallah akan berbuah baik pula.

Semoga tulisan ini bermanfaat buat teman2ku, yang akan melaksanakan pernikahan. Pernikahan itu bukan sekedar pada simbol2 keindahan acaranya saja, tapi bagaimana menjadikan pernikahan itu nantinya indah, menjadikan keluarganya simbol keluarga sakinah mawadah warrahmah. Tujuan penulisan ini bukan pula sebagai sesumbar bahwa pernikahanku hanya menelan biaya sekian rupiah, namun lebih pada sesungguhnya kemasan acara pernikahan itu tidak rumit. Bukan pula mau sesumbar tentang keluargaku, melainkan, bagaimana kita bisa berpikir lebih realistis, bagaimana kita memilah2 antara kebutuhan dan keinginan, bagaimana kita bisa mengemas acara dengan lebih realistis. Karena kebutuhan kita tidak hanya sampai pada acara pernikahannya saja, setelahnya sudah berjajar list kebutuhan pokok lain yang menanti hehehe.. Pernikahan itu bak acara besar, tentunya akan banyak masukan, kepentingan dan keinginan di dalamnya, namun, sekali lagi, kita tidak bisa memenuhi keinginan semua pihak, kekurangan di sana sini itu biasa, namun jangan sampai yang wajib justru malah terlewatkan.
Sekali lagi, semoga tulisan ini bermanfaat, buat sahabatku Alfi, yang akan melangsungkan pernikahan di bulan Mei. Semoga segalanya lancar ya sayang. Ingat, ga semua yang orang bilang, kita mau tampung. Sukses ya alfi n arif🙂.

17 thoughts on “Cerita pernikahan kami

  1. akhirnyaaa cerita juga pas nikahan, kan aku udh pindah jadi ga sempet cerita2 lama ya wi. cantik kooqq pas nikah yg penting mah berdoa, kitanya relax, ikhlas. mau siapa yg dandanin juga keliatan aura pengantinnya wi. btw kalo aku sih klo liat2 foto manten mikirnya, kapan badanku bisa segitu lagi :(( hahahaha

    • iya nih din, gara2 liatin nikahannya artis, inpotemen banget deh. hehe.. kebetulan juga temen sma mau nikah di blitar, lagi tanya2 pas nikahan kemarin gmn. wis banyak lupanya hehe.. sama yang diinget cuma gimana cara ini badan biar muat pake kebaya akad lagi hohohoho…

  2. sist, kebetulan aku juga tinggal di Blitar dan rencana tahun depan aku mau nikah, dengan acara seperti yg sist pakai gitu, undangan sekitar 400-500 orang lah, kira2 perlu budget berapa ya untuk di daerah Blitar? Soalnya ini pertama kali orang tua mantu, jadi belum ada pengalaman..thx sista..

    • maaf baru buka blog, salam kenal ya mba, wahh klo budget tahun 2012 aku ndak tau, hehe.. aku udah lama ndak survey harga2 catering, salon, foto, dll. klo aku dulu habis berapa ya.. hehe, ndak enak mau diomongin, klo saran saya, disesuaikan dengan budget dan kemampuan saja, salon ga harus yang kondang, yg penting riasanya sesuai selera mba, dan aura manten itu keluar bukan dari salonnya, catering disesuaikan juga, ga perlu yang kondang di blitar seperti cita rasa itu, mungkin sekarang makin banyak pilihannya, yang penting mba tau kualitas masakannya, dan pengalaman nanganin orang lebih dari 500 undangan lo mba, fotografer juga ga harus surya mandala, mungkinn sekarang lebih banyak yg bagus n tgerjangkau, yg penting mba bener2 tau apa yang mba mau, misal mau banyak liputannya, ya dikomunikasikan sama tukang fotonya, biasanya sih yang ngabisin jatah itu, foto keluarga yg jejer2 itu ,mendingan foto itu pake fotografer biasa aja, jadi lebih murah. sovenir undangan juga, ga harus dari blitar kaan. semoga pernikahannya sukses ya, amin

  3. sis,blh tnya2 ya…
    rncananya ak mw merit thn ini,tp ak g tau salon2 d blitar.blh minta alamat salon yg sis pake gak?thx b4 yaaa…
    fto2 diatas bkin aku pgen..

  4. hehe thx ya sist,iya nie aq bnyak gak tahu jga sewa gedung yg terjangkau di area Blitar di mana ya?

  5. subhanaallah indah sekali pernikahannya…. Mbak insyaaloh saya akan menikah november nanti di blitar. Kebetulan saya sedang dibalikpapan. Klo boleh..saya minta alamat ato nomer telp untuk catering dan periasnya ya mbak..terimakasih sebelumnya… Semoga pernikahanya sakinah, mawahdah dan warohmah…amin

  6. hai mbak, salam kenal ya.. pas lg googling alamat katering di blitar, keluar deh blog nya mb.
    boleh minta saran ga katering yang bagus dengan harga terjangkau di blitar? trimakasih..🙂

  7. nice blog,, menginspirasi…..;)
    dari beberapa blog yang sya baca tentang persiapan pernikahan, banyak yang memaksakan keinginan daripada kebutuhan..hehe

  8. mbak dewi ceritanya keren mbak.
    keliatan mewah walaupun menurut mbak dewi budgetnya enggak berlebih.
    jadi menginspirasi nanti nikah nyiapinnya gimana.😀
    aku pengen nanti kalau nikah, kayak mbak dewi. simple, murah tapi mewah🙂
    langgeng ya mbak🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s