Ketika dot bukan solusi

Sebenernya judul post yang ini pengen banget kutulis Keputusan Terbaik, tapi berhubung inti keputusan ini bukan di situ aja ya jadinya begitu deh halah ribet amat bahasanya..
Berawal dari kehidupan kami, bapak ibunya Kaka, yang selalu berjauhan semenjak pacaran hingga saya melahirkan, ceritanya kami ini Long Distance Relantionship LDR (bukan Loan to Deposit Ratio lho).. hihihi
Aku sampai jenuh memikirkan, duh sampai kapan aku ini begini, kukejar ke Surabaya, pindah pula ke Bali..
Sampai menikah pun kami masih berjauhan.. Dari satu pembicaraan ke pembicaraan yang lain, sampai kami pernah tercetus, bagaimana klo misal saya ini resign dan ikut suami aja.. klo dipikir 2 dapur pengeluaran kami malah modal madil, maklum dengan usia, pengalaman, saya ini masih termasuk golongan staf dengan gaji cukup lah bukan berlebih hihihi.. meskipun saya ini kerja di Bank yang hebat.
Pemikiran ini sempat terhenti ketika ada tawaran dari teman untuk mencoba mutasi ke lain divisi di Bali, hanya saja, email saya ke bosnya temen di divisi kartu kredit di Bali, belum sempat saya baca lagi, apakah ditanggapi atau nggak, saya keburu cuti melahirkan.
Dan ceritanya, sudah berganti ke kelahiran kaka
Dari dia usia 1 hari, saya sudah menyusui, meskipun nih ga keluar2 juga rasanya..
Hari ke 2, setelah di massage sama susternya, alhamdulillah, malamnya rasanya udah mulai ada tanda2
Hari ke 3, udah mulai sedikit terasa trenyeng2…
Hari ke 4 dst.. udah lancar ser ser.. alhamdulillah
Menurut mertua, mamaku, sodara2, aku termasuk yang sukses memberikan ASI eksklusive, terbukti, pertumbuhan berat badan kaka lumayan.. sebulan naiknya 1-1,5 Kg hihihihi ndut..

Semua berlanjut, sampai umur kaka 1 bulan, mulaialah perah memerah dan latih melatih ASIP ke kaka.. tetapi, apa yang terjadi saat itu :
1. Aku belum dapat pembantu, sampai usia kaka 1 bulan, padahal orang tuaku 1 bulan lagi mesti persiapan pergi haji.. Sementara, misua kerja di Bali, dan sedang dikejar projectnya sampe hari sabtu pun masuk, dan aku menetap di Malang di rumah orang tuaku, bisa dibayangkan.. suasana hati, badan ini, antara capek, kadang jengkel, kadang suntuk, ditambah bingung dengan pekerjaan, plus new mom gitu loh hehehe
2. Aku bingung, kerja lagi atau nggak, klo misal kerja lagi, harus PP Malang-Sby dengan membawa ASIP, belum lagi jauhan sama suami, duh berantakan sekali keluargaku nanti, anak ga keurus total, suami ga keurus hhhh..
3. Percobaan memberikan ASIP ke Kaka, berhasil 80 ml, kemudian gagal lagi, nangis kejer njerit2… ga tega lah aku.. dari mulai botol merk Pigeon – Avent – macem2 pokoknya sampe punya Tupperware juga yang lubangnya udah gedean sama aja.. tetep kejer padahal masuk kerja tinggal beberapa hari lagi..
4. Aku menyerah.. dengan nasehat orang tuaku, kakak kakakku, dan tentunya dukungan suamiku.. akhirnya beban pikiranku enteng sekali.. hhhhhhhhhhh 3 bulan penuh duka di hati..
Dan, sejak saat itu, aku langsung berhenti memerah lagi.. sampai sekarang ini aku tulis, usia kaka 15 bulan lebih hihihi…

Jika saya evaluasi lagi, apa saja yang saya tidak lakukan saat itu :
1. Melatih minum ASIP sedini mungkin, ya.. saya memang tidak lakukan, seharusnya sejak usia 0 bulan, tapi karena memang, ada kegundahan antara iya dan tidak, dan jujur, menyusui langsung dan ga itu rasanya bagai, melepas anak… ketika kaka mau menyusu botol, jujur ya hati ini sesungguhnya tidak rela, cemburu sama botol? hiks iya tepatnya..
2. Tidak teratur memerah ASI, jadi stock asi kadang menipis sementara perahan jadi sedikit.. padahal bukan produksinya yang sedikit
3. Belum paham betul bagaimana cara memerah ASI yang baik, menyimpannya dan menyajikannya lagi.. maklum saya ini tidak pernah ikut kelas prenatal hahahaha, padahal di Hermina ada lho, malas sekali ya? iya, weekend itu rasanya pengen bermanja2 saja dengan suami, ketemunya tiap wikend sih pas itu hehehe
4. Tidak tegaan hehehe… jujur, saya tidak tega mendengar kaka menangis, padahal mungkin, 1 – 2 hari saja bisa lho klo ada niat kuat, kembali lagi, memang sejak saya hamil niat resignnya sudah kuat hhehee

Jadi, jika ingin sukses menyusui ASIP ke sang buah hati, persiapkan hal2 di atas sedini mungkin.. oke, adiknya kaka akan kucoba, dengan catatan klo saya tega hhehe

Apa hasilnya setelah saya menyusui langsung sampai saat ini :
1. Kaka sangat dekat denganku pastinya.. hihihi bahagianya…
2. Alhamdulillah, kaka sampai saat ini hanya 1 kali sakit parah, pas mau jalan 1 tahun kemarin, mencret dan muntah2, klo orang tua bilang sih enteng2i, ternyata bener habis sakit langsung bisa jalan hah.. bener apa nggak, yang pasti sebelum kaka mencret itu, aku habis makan rujak cingur cabenya banyak.. sssttt semoga kakek neneknya kaka ga baca blog ini hhehehe. Selebihnya paling panas, dan ternyata memang mau tumbuh gigi, pilek batuk grok2 tanpa dikasih obat 3 hari udah sembuh2 sendiri..
3. Sampai saat ini aku masih tetap bisa menghasilkan ASI yang cukup buat kaka, meski usia 15 bulan ini kusambung dengan UHT, karna aktivitas dia semakin meningkat, sementara aku udah sering kena magh, sering mual, kadang habis menyusui kerasa laparrrr sampai perut ini muall banget, takut kaka ga cukup, padahal asi kan on demand hihi
4. Dan pastinya, 1 tahun bobotku sudah kembali ke sebelum hamil meskipun tetep ndut.. alhamdulillah

Hasil sampingan dari aku memilih menyusui langsung dari pada kerja yang bisa kami rasakan adalah kami bisa berkumpul bersama menjadi keluarga seutuhnya, baba, ibu, kaka alhamdulillah.. tidak ada lagi LDR, meskipun masih jadi kontraktor hehehe kontrak sana kontrak sini, tapi hati hepi🙂

2 thoughts on “Ketika dot bukan solusi

  1. membaca diawal paragraf kok kyk cerita seorang teman ya… eh ku liat sang empu rumah.. eee dewi🙂

    aku nemu blog ini dr the syah family, aku suka ngikutin perkembangan blog itu krn list temen blog itu banyak yg punya anak seumuran dengan anakku..

    jd pengen rajin berkunjung ksini🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s